Rabu, 19 April 2017

About Me...

Saya Adriansyah Sarjani, Biasa di panggil Andri Or Ryan. Pernah Bekerja di Kementerian Perindustrian RI di Dirjen IKM sebagai Consultant Industry Kecil dan Menengah.so, pernah membina IKM-IKM yang ada di banyuasin (seperti IKM tenun songket Tanjung Lago,, Kerupuk kemplang/pempek di sungsang, kopi, dll).
dulu saya sekolah di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin. than, bisa kuliah karna dapet beasiswa full di salah satu unit pendidikan kementrian perindustrian RI Jakarta.... after that, setelah kerja 2 th 3 bulan saya move ke jakarta pindah kerja ke swasta yaitu di PT. Bank Central Asia, Tbk daerah Indonesian Stock Exchange Jakarta sambil lanjut kuliah lagi. so i hope bisa pindah lagi ke Banyuasin.

more info : facebook : adriansyah sarjani. Ig: Adriansyahsarjani WA: 087879666657

PRODUK OLAHAN DAN TURUNAN DUKU (Pada dasarnya buah kalau sudah berbentuk cair atau menjadi tepung, mau di olah apa saja pasti bisa dan mudah. Cntoh Bolu, Cake, Brownies, Sirup, Coco/agar, dll)

Ragam jenis makanan tersebut berupa sari buah duku, dodol, duku, permen jelly, duku tart, dan berbagai jenis makanan olahan lainnya.

Santi, anggota tim kreator produk makanan berbahan dasar buah duku ini mengatakan, sembilan makanan tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar buah duku. Caranya, buah duku dikupas, kemudian dipisahkan daging dan bijinya. Selanjutnya, daging dari buah duku diperoses sesuai dengan makanan jenis apa yang akan dibuat.

Menurut dia, dalam satu kilogram buah duku, didapat sekitar tiga ons daging buah duku yang bisa diolah menjadi bahan dasar atau campuran makanan atau kue.

"Sampai saat ini kita belum bisa memanfaatkan bijinya. Kita baru fokus kepada daging dari buah duku baik yang manis maupun yang masam," katanya.

Dikatakan, produk olahan dari bahan dasar buah duku ini untuk sementara waktu belum diproduksi secara massal, apalagi dipasarkan. Sebab sejauh ini pihaknya masih mencari unit usaha atau UKM yang tertarik untuk memproduksi dan memasarkannya. 
(Info lebih lanjut, jika teman punya waktu main ke balitbangnovda sumsel. disana sampel produk juga ada dan deskripsi tentang produk lebih lengkap)

Next,
Duku Sumsel yang terkenal itu, berasal dari Ogan Komering Ulu, Muara Enim, dan Ogan Komering Ilir-Kayu Agung.
Desa Anyar, di Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, merupakan salah satu penghasil duku. Duku asli Desa Anyar sangat manis, meskipun relatif sedikit yang berkebun duku dibanding berkebun jenis buah lainnnya.
Perawatan pohon duku tidak sulit. Perawatan khusus hanya perlu dilakukan saat berumur satu tahun. Setelah itu, tidak perlu lagi merawatnya serius, kecuali membersihkan bagian bawah, dekat akar, mengi-ngat pohon duku tumbuh seperti tanaman liar lainnya.
Dalam setahun, pohon duku biasanya berbuah satu kali, antara Januari sampai April. Waktu panen duku di Sumsel tidak sama. Di daerah Ogan Komering Ulu misalnya, berbuah pada Januari sampai Februari, sedangkan di daerah Ogan Komering Ilir atau Kayu Agung, berbuah pada Maret dan April.

Bolu Duku
Berdasarkan fakta di atas, ada beberapa permasalahan yang timbul. Waktu panen yang hanya terjadi dalam waktu pendek setiap tahunnya, menyebabkan terjadinya lonjakan hasil panen yang menyebabkan harga jual buah jatuh. Karena waktu panen sangat pendek itu pula, buah duku tidak bisa dinikmati saat di luar waktu musim.
Persoalan lain, masa simpan buah duku yang sangat pendek, berkisar tiga hari. Setelah tiga hari, kulit buah berubah menjadi berwarna hitam, meskipun daging buah masih dapat di nikmati. Duku juga tidak bisa disimpan dalam keadaan basah, lembab, ataupun terlalu panas. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mengakibatkan perubahan warna kulit duku menjadi hitam dan busuk, sehingga nilai jualnya berkurang.
Melihat kenyataan seperti itu, perlu dilakukan pengembangan produk olahan buah duku agar dapat meningkatkan penghasilan petani khususnya, dan masyarakat umumnya. Jika itu dapat dilakukan, buah duku juga dapat dinikmati di luar musim panennya.

RESEP DAN CARA MEMBUAT PEMPEK PANGGANG ISI EBI PEDAS ASLI PALEMBANG.


Pempek yang  enak ada banyak macamnya dan yang paling dikenal adalah pempek kapal selam dengan isi telur ayam, pempek adaan yang digoreng dan disiran kuah atau lebih dikenal dengan cuko.


Pempek panggang dimakan tidak dengan cuko/kuah, rasanya yang garing dengan isi ebi yang diberi bumbu pedas dan disatukan dengan kecap manis, sekali gigit dijamin ketagihan. Atau bila anda ingin memakannya dengan cuko tentu akan semakin enak.
RESEP PEMPEK PANGGANG EBI PEDAS PALEMBANG
Bahan membuat pempek panggang :
  • 500 gr daging ikan tenggiri giling
  • 275 ml air
  • 3,5 sdt garam
  • 4 sdt gula pasir
  • 1 sdm minyak sayur
  • 2 buah putih telur
  • 225 gram tepung sagu
Bahan isi pempek panggang :
  • 100 gram ebi, sangrai dan haluskan
  • 100 gram cabai rawit hijau, haluskan
  • 100 ml kecap manis
Cara Membuat Pempek Panggang Ebi Pedas Palembang:
  1. Campur daging ikan tenggiri giling, air, garam, gula pasir, minyak sayur dan putih telur. Uleni hingga rata lalu tambahkan tepung sagu sambil diaduk hingga rata.
  2. Bentuk adonan berbentuk bulat pipih lalu bakar atau panggang di atas bara api atau menggunakan wajan anti lengket dengan api kecil. Bolak-balik agar matang matang, angkat.
  3. Belah setiap pempek yang sudah matang tetapi tidak putus, beri dengan bahan isian lalu siap disajikan hangat-hangat.

MAKANAN KHAS BANYUASIN: PEDE IKAN GABUS

BAHAN:
Pede ikan gabus
BUMBU:
  1. cabai rawit,
  2. bawang merah dan
  3. minyak sayur.

CARA MEMASAK:
  1. Panaskan wajan dulu lalu masukkan minyak goreng secukupnya
  2. Masukkan bawang yang telah diiris.
  3. Masukkan cabai rawit, ikan pede di tumis dengan api kecil diaduk sampai rata,
  4. Angkat dan siap dihidangkan.

MAKANAN KHAS BANYUASIN : SAYUR RAMPAI TALANG

BAHAN:
  1. Terong talang warna kuning,
  2. Jantung pisang,
  3. Batang keladi,
  4. Kepala ikan asin duri (mirip ikan baung)

BUMBU:
  1. Kunyit
  2. Laos
  3. Bawang putih
  4. Bawang merah
  5. Asam jawa
  6. Cabai
  7. Garam secukupnya
  8. Penyedap secukupnya

CARA MEMASAK:
  1. Seluruh bumbu digiling dan dimasak dengan air
  2. Lalu digabungkan dengan bahan sayur rampai talang tadi.
  3. Masukkan garam, penyedap, dan air asam jawa secukupnya.
  4. Diaduk sampai bumbu tercampur merata. Setelah sayurnya terasa matang baru diangkat.
  5. Siap dihidangkan

Selasa, 18 April 2017

KABUPATEN BANYUASIN

Kabupaten Banyuasin adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin yang terbentuk berdasarkan UU No. 6 Tahun 2002.
Nama kabupaten ini berasal dari nama Sungai Banyuasin, yang melintasi wilayah kabupaten ini dan Kabupaten Musi Banyuasin. Perkataan banyuasin sendiri berasal dari istilah bahasa Jawa banyu (air) dan asin, merujuk pada kualitas air sungai tersebut yang masin rasanya, terutama ke arah pantai.
Luas Kabupaten Banyuasin 11.875 km2 di mana terdapat beberapa suku yang menetap di kabupaten ini, antara lain Jawa, Madura, Bugis, Bali dan Penduduk asli Banyuasin (melayu). Batas Wilayah banyuasin mengelilingi 2/3 wilayah kota palembang, sehingga banyuasin dapat dikatakan sebagai wilayah penyangga ibukota provinsi sumatera selatan. Banyak pembangunan provinsi sumatera selatan yang dilaksanakan di pinggir wilayah banyuasin presis berbatasan dengan wilayah kota palembang dengan tujuan untuk mendukung pembangunan di palembang, seperti sarana LRT, sekolah, Dermaga pelabuhan tanjung api-api dan sarana lainnya.
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian sangat konsen dengan pembangunan dimulai dari desa dengan melaksanakan program 500 juta perdesa sehingga infrastruktur dapat terealisasi langsung menyentuh rakyat desa. selain itu beliau telah melaksanakan program perbaikan sistem demokrasi dengan melaksanakan pilkades evoting di 160 desa pada tahun 2015 lalu yang merupakan terbanyak secara nasional di indonesia dan masuk nominasi record MURI.
Pelaksanaan egovernment di Banyuasin berjalan dengan cukup baik dan dikenal di seluruh Indonesia di mana pembangunan infrastruktur TIK telah dibangun sejak 2009 dengan menghubungkan seluruh dinas/badan/kantor dan kecamatan berbasis jaringen fiber optik. Banyak penghargaan yang telah diraih oleh kabupaten banyuasin dibidang egovernment ini antara IOSA juara I Nasional, IDSA 2014, ICTpura dengan predikat utama, PEGI terbaik sesumatera. sehingga banyak kab/kota di indonesia menjadikan banyuasin sebagai tempat studi banding di dalam implementasi egovernment.
Pertanian di Banyuasin juga sangat membanggakan yaitu sebagai lumbung padi sumatera selatan dan penyumbang 1,4 juta ton beras untuk sumatera selatan dan terus ditingkatkan dengan target 2 juta ton beras untuk tahun 2016 ini.

Minggu, 14 Februari 2016

Cara Membuat Pindang Ikan Patin Khas Palembang



Cara Membuat Pindang Ikan Patin Khas Palembang – Masih ingatkah anda akan kelezatan makanan yang sangat khas dari Palembang..? Mungkin yang terlintas dibenak anda adalah pempek yang merupakan makanan khas dari daerah Palembang. Akan tetapi masih banyak makanan khas Palembang lainnya yang banyak disukai oleh semua orang salah satunya yaitu pindang ikan patin. Pindang ikan patin adalah salah satu olahan dari ikan patin yang dibuat dengan cara dipindang. makanan ini tentunya memiliki rasa yang sangat nikmat dan lezat juga dapat dipadukan dengan nasi putih untuk dinikmati ketika sedang makan. Makanan yang satu ini pastinya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Palembang, karena mereka setiap hari bertemu dengan masakan yang enak ini. Namun bagi anda yang bukan termasuk warga Palembang, anda pun masih tetap bisa menikmati pindang ikan patin ini karena makanan ini dapat diolah dengan cara yang mudah.

Bahan :
  • ikan patin segar 1 kg ( dipotong-potong )
  • daun kunyit 1 lembar
  • garam secukupnya
  • daun salam 3 lembar
  • 3 cm lengkuas ( memarkan )
  • daun kemangi 1 genggam
  • buah nanas 60 gr ( potong-potong )
  • bawang daun polong 2 batang ( iris halus )
  • gula pasir 2 sendok makan
  • air asam jawa 2 sendok makan
  • penyedap rasa 1 sendok makan
  • 1 batang serai ( memarkan )
  • air bersih secukupnya

Bumbu halus :
  • 3 buah cabe merah besar
  • cabe rawit hijau 15 buah
  • terasi bakar 1 sendok teh
  • 2 buah tomat merah
  • bawang merah 6 butir
  • bawang putih 4 siung
Cara Membuat Pindang Ikan Patin :
  1. Rebus semua bumbu yang dihaluskan dalam air mendidih
  2. Masukkan daun salam, daun kunyit, lengkuas, batang serai dan air asam jawa
  3. Masukkan potongan ikan patin dan potongan buah nanas kedalam rebuasan air bumbu
  4. Tunggu sampai ikan matang dan empuk juga airnya menyusut
  5. Masukkan daun kemangi dan irisan bawang daun polong kedalamnya, masak lagi selama 3-5 menit saja
Resep Membuat Pindang Ikan Patin siap untuk disajikan dalam keluarga anda. Setelah anda membaca resep diatas, tentunya sangat mudah untuk anda praktekkan dirumah.

Rabu, 06 Agustus 2014

MANFAAT BUAT CEMPEDAK

Buah Cempedak, buah yang katanya sangat baik untuk kesehatan mata dan dapat mengatasi tumor ini, memiliki rasa yang manis dan keharumannya seperti Buah Nangka, walaupun aromanya kerap kali menusuk kuat seperti buah Durian.
Buah Cempedak lebih dikenal oleh masyarakat sebagai cempedak atau campedak, buah ini memiliki nama lokal: bangkong (Cempedak hutan/bentuk liar, Malaysia), baroh (Kep. Lingga dan Johor), nangka beurit (Sunda), nongko cino (Jawa), tiwadak (Banjar) dan lain-lain.
Manfaat buah cempedak diantaranya untuk dikonsumsi sebagai makanan olahan dan digunakan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit.
Daging buah biasanya dimakan dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang menggorengnya seperti pisang atau mengolahnya menjadi kolak dengan menambahkan santan dan gula. Buah ini enak bila sudah matang.
Kulit cempedak juga sering dikonsumsi oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan, yang dikenal dengan nama mandai. Sebelum diolah, masyarakat setempat mengupas bagian luar kulit sehingga tampak putih, kemudian membersihkannya.
Setelah itu kulit direndam lebih dulu di dalam air garam selama 2-3 hari, hingga menjadi lunak dan mengalami fermentasi, baru kemudian digoreng. Mandai goreng ini menyerupai pisang goreng, meski ketika digigit rasanya seperti menggigit guratan daging, sehingga menciptakan cita rasa gurih yang khas.
Daun muda cempedak juga banyak digunakan sebagai sayuran. Biji buahnya enak disantap setelah diolah, digoreng, atau direbus seperti biji nangka. Di Malaysia, akarnya digunakan sebagai campuran jamu tradisional untuk perempuan yang baru melahirkan.
Cempedak membantu menyehatkan mata, mengingat kandungan vitamin A-nya cukup tinggi, yaitu sekitar 200 SI per 100 gram. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata agar selalu sehat.
Mengandung vitamin C yang lebih tinggi daripada nangka, dan mengandung serat pangan (dietry fiber) yang cukup tinggi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan menekan angka kolesterol dalam darah.
Kulit batang cempedak ternyata juga mengandung komponen yang dapat membantu mencegah tumor dan malaria. Dan senyawa utama heteriflavon C yang dapat menghilangkan parasit penyebab malaria hingga 100 persen.

Selasa, 10 Juni 2014

BEBERAPA CONTOH KEMASAN IKM DI KABUPATEN BANYUASIN










BANTUAN PERALATAN BUAT INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH : Petunjuk Teknis Program Restrukturisasi Mesin dan/Atau Peralatan IKM Tahun 2014

Saat ini Industri Kecil dan Menengah (IKM) dihadapkan pada rendahnya daya saing industri yang disebabkan penggunaan mesin dan/atau peralatan yang masih sederhana, berakibat pada rendahnya produktivitas dan kualitas produk. Keterbatasan modal untuk investasi mesin dan/atau peralatan produksi baru menjadi kendala utama bagi IKM termasuk kurangnya akses modal tersebut.
Dalam rangka mendorong peningkatan daya saing IKM, maka Kementerian Perindustrian dipandang perlu melaksanakan program restrukturisasi mesin/peralatan bagi IKM melalui fasilitasi investasi mesin/peralatan yang lebih baru dan modern. Restrukturisasi mesin/peralatan pada dasarnya adalah pemberian potongan harga dari Pemerintah c.q. Kementerian Perindustrian kepada IKM yang telah terbukti melakukan pembelian Mesin dan/atau Peralatan baru dan/atau rekayasa (bukan bekas).
Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan IKM yang telah diluncurkan sejak tahun 2009 disambut positif oleh IKM. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah pemohon/peserta untuk program tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut maka Kementerian Perindustrian memutuskan untuk melanjutkan program tersebut pada Tahun Anggaran 2014. Pada tahun 2013 program ini dibuka untuk sektor IKM Makanan Ringan, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), Kulit dan Produk Kulit (KPK), Kosmetik, Jamu, Furniture, Logam, Elektronika dan Telematika (Industri Komponen), IKM Minuman, Pengolahan Kopi dan Teh, Kue/Roti Basah, Minyak Atsiri, Barang dari Karet, sedangkan tahun 2014 ditambah sektor IKM lainnya yaitu Industri Barang Anyaman, Kerajinan Kayu, Barang Logam, Mesin dan Perlengkapan, Alat Angkut, dan Industri Perhiasan.
Pada tahun 2014, program ini diharapkan mampu meningkatkan investasi pada IKM secara nasional sekitar Rp. 60.000.000.000,- (enam puluh milyar rupiah), sehingga terjadi peningkatan efisiensi produksi, produktivitas, kualitas, daya saing dan ragam produk, serta peningkatan kesempatan kerja.
Dasar hukum, pengorganisasian, persyaratan, kriteria, dan tata cara pendaftaran program serta jenis mesin/peralatan yang dapat dikutsertakan pada program ini dapat dilihat pada file berikut :
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 11/M-IND/PER/3/2014 tentang Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Kecil dan Industri Menengah.
Peraturan Direktur Jenderal IKM Nomor 31/IKM/PER/3/2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Kecil Dan Industri Menengah (IKM).
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Kecil Dan Menengah (IKM).

Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah


Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh industri nasional saat ini adalah masih rendahnya daya saing industri di pasar internasional. Menurut IMD Competitiveness Report, pada tahun 2009 peringkat daya saing Indonesia berada pada posisi 42 dari 57 negara. Meskipun peringkat ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2008 dimana Indonesia berada pada posisi 51 dari 55 negara. Namun demikian, posisi Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan India (30), Korea (27) dan Malaysia (18).
Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya daya saing Indonesia adalah adanya peningkatan biaya energi, tingginya biaya ekonomi, serta belum memadainya layanan birokrasi. Tantangan lain yang dihadapi industri nasional adalah kelemahan struktural sektor industri itu sendiri, seperti masih lemahnya keterkaitan antar industri, baik antara industri hulu dan hilir maupun antara industri besar dengan industri kecil dan menengah, belum terbangunnya struktur klaster (industrial cluster) yang saling mendukung, adanya keterbatasan berproduksi barang setengah jadi dan komponen di dalam negeri, keterbatasan industri berteknologi tinggi, kesenjangan kemampuan ekonomi antar daerah, serta ketergantungan ekspor pada beberapa komoditas tertentu. Di samping itu proses industrialisasi bisa dilakukan kalau ada jaminan pasokan bahan baku dengan jenis/varitas, jumlah produksi dan harga yang stabil dan secara ekonomi layak. Oleh karena itu perlu adanya mobilisasi di tingkat petani/nelayan agar dapat menjamin kelangsungan produksi di sektor industri.
Dengan memperhatikan permasalahan yang bersifat nasional, baik di tingkat pusat mupun daerah dalam rangka peningkatan daya saing, maka pembangunan industri nasional yang sinergi dengan daerah dilakukan melalui dua pendekatan. Pendekatan pertama yaitu pendekatan top down, merupakan pembangunan industri yang direncanakan (by design) dengan memperhatikan prioritas dan memenuhi kriteria yang ditentukan secara nasional dan diikuti oleh partisipasi daerah. Kebijakan industri secara nasional dilakukan dengan menentukan industri prioritas (35 industri prioritas, dengan pendekatan klaster). Pendekatan kedua adalah bottom-up yaitu melalui pemilihan dan penetapan kompetensi inti yang merupakan keunggulan daerah sehingga memiliki daya saing. Pengembangan kompetensi inti industri daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional karena pengembangan industrinya lebih fokus dan lokusnya juga jelas, sehingga kinerja menjadi terukur dan mudah dievaluasi program pengembangannya.
Dalam pendekatan tersebut, Kementerian Perindustrian beraprtisipasi secara aktif dalam pengembangan/membangun kompetenasi inti industri daerah melalui identifikasi kompetensi inti industri dan fasilitasi lainnya. Namun demikian, kajian tersebut masih sebatas menentukan kempetensi inti industri yang dimiliki oleh kabupaten/kota dan belum menyentuh pada aspek kelayakan bisnis/ekonominya. Hasil kajian kompetensi inti industri yang dihasilkan masih menjadi semacam rekomendasi bagi daerah dalam rangka mengembangkan sektor industrinya. Permasalahan yang juga dihadapi oleh daerah saat ini, antara lain karena konsep kompetensi inti (beserta manfaat-manfaatnya) belum diterapkan secara benar dalam perencanaan perekonomian daerah dan belum menjadi komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dan sejalan dengan amanat Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2008 Pasal 3 bahwa "Pemerintah Provinsi menyusun peta panduan pengembangan industri unggulan provinsi; dan Pemerintah Kabupaten/Kota menyusun peta panduan pengembangan kompetensi inti industri Kabupaten/Kota, serta Menteri yang bertugas dan bertanggung jawab di bidang perindustrian menetapkan peta panduan pengembangan industri unggulan Provinsi dan peta panduan pengmangan kompetensi inti industri Kabupaten/Kota". Sehubungan dengan hal tersebut, maka Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya memiliki kewajiban untuk menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian tentang peta panduan pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID). Penetapan peta panduan Peraturan Menteri Perindustrian merupakan wujud komitmen bersama antara pusat dan daerah, serta menjadi pedoman operasional bagi daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan industri di daerah.
Dalam rangka mencapai output yang telah ditetapkan, peta panduan pengembangan industri unggulan provinsi sebagai pedoman operasional aparatur pemerintah Provinsi dalam rangka menunjang secara komplementer dan sinergik untuk suksesnya pelaksanaan program pengembangan industri di daerah dan merupakan pedoman koordinasi perencanaan kegiatan antar sektor, antar instansi terkait di pusat dan pemerintah provinsi. Sedangkan peta panduan kompetensi inti industri kabupaten/kota sebagai pedoman oeprasional paratur pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka menunjang secara komplementer dan sinergik untuk susksesnya pelaksanaan program pengembangan kompetensi inti industri daerah dan merupakan acuan Pemerintah Pusat dalam memberikan fasilitasi.
Berdasarkan hal tersebut, Menteri Perindustrian telah menetapkan peta panduan pengembangan industri unggulan Provinsi dan peta panduan kompetensi inti industri Kabupaten/Kota setelah peta panduan tersebut dikaji dan dirumuskan oleh tim teknis. Pada tahun 2009 telah ditetapkan 2 SK Menteri Perindustrian, pada tahun 2010 telah ditetapkan 10 SK Menteri Perindustrian, dan pada tahun 2011 telah ditetapkan 26 SK Menteri Perindustrian tentang Road Map pengembangan Industri Unggulan Provinsi dan kompetensi inti industri Kab/Kota di Wilayah III (Nusa Tenggara, Sulawesi, Maulu, Papua) sebagai berikut:
  1. Permen No. 139/M-IND/PER/10/2009 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Tengah
  2. Permen No. 140/M-IND/PER/10/2009 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Papua
  3. Permen No. 97/M-IND/PER/8/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Selatan
  4. Permen No. 98/M-IND/PER/8/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Gorontalo
  5. Permen No. 99/M-IND/PER/8/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Nusa Tenggara Timur
  6. Permen No. 100/M-IND/PER/8/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Nusa Tenggara Barat
  7. Permen No. 135/M-IND/PER/12/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Tenggara
  8. Permen No. 136/M-IND/PER/12/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Utara
  9. Permen No. 144/M-IND/PER/12/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Luwu
  10. Permen No. 145/M-IND/PER/12/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Palopo
  11. Permen No. 146/M-IND/PER/12/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Maluku Tengah
  12. Permen No. 147/M-IND/PER/12/2010 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Maluku Tenggara
  13. Permen No. 99/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Ende
  14. Permen No. 100/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Enrekang
  15. Permen No. 101/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Kepulauan Selayar
  16. Permen No. 102/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Kepulauan Talaud
  17. Permen No. 103/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Kolaka Utara
  18. Permen No. 104/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Konawe
  19. Permen No. 105/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Lombok Barat
  20. Permen No. 106/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Luwu Timur
  21. Permen No. 107/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Maluku Tenggara Barat
  22. Permen No. 108/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Mamuju
  23. Permen No. 109/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Muna
  24. Permen No. 110/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Parigi Moutong
  25. Permen No. 111/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Polewali Mandar
  26. Permen No. 112/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Seram Bagian Barat
  27. Permen No. 113/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Sinjai
  28. Permen No. 114/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Sumba Timur
  29. Permen No. 115/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kab. Sumbawa
  30. Permen No. 116/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kota Bitung
  31. Permen No. 117/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kota Kendari
  32. Permen No. 118/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kota Manado
  33. Permen No. 119/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kota Mataram
  34. Permen No. 120/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID Kota Palu
  35. Permen No. 121/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Maluku Utara
  36. Permen No. 122/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Maluku
  37. Permen No. 123/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Papua Barat
  38. Permen No. 124/M-IND/PER/12/2011 tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan Industri Unggulan Provinsi Sulawesi Barat
Dengan diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian tentang Peta Panduan (Roadmap) Pengembangan KIID maka akan memberikan informasi kepada masyarakat/investor tentang rencana pengembangan industri di suatu daerah, sekaligus menjadi referensi bagi instansi terkait serta sektor terkait untuk menyusun program pengembangan industri/komoditi di suatu daerah yang pada akhirnya akan ada sinergi program pengembangan industri dan peningkatan daya saing di Indonesia.

Senin, 12 Mei 2014

“DONUT’S BEBONG” (DONAT KULIT PISANG) : PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI BAHAN SUBSTITUSI TERIGU DALAM PEMBUATAN ANEKA KUE KHUSUSNYA DONAT YANG BERNILAI GIZI TINGGI BAGI KESEHATAN MANUSIA



 DESKRIPSI USAHA

Flowchart: Punched Tape: Cocok buat Oleh-oleh, Hadiah buat pacar, Ulang tahun, Hantaran, Arisan, Cemilan Keluarga dllFlowchart: Punched Tape: Cocok buat Oleh-oleh, Hadiah buat pacar, Ulang tahun, Hantaran, Arisan, Cemilan Keluarga dllFlowchart: Punched Tape: Cocok buat Oleh-oleh, Hadiah buat pacar, Ulang tahun, Hantaran, Arisan, Cemilan Keluarga dll “DONUT’S BEBONG” (DONAT KULIT PISANG) : PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI BAHAN SUBSTITUSI TERIGU DALAM PEMBUATAN ANEKA KUE KHUSUSNYA DONAT YANG BERNILAI GIZI TINGGI BAGI KESEHATAN MANUSIA
Disusun Oleh :
ADRIANSYAH SARJANI. A, Md. Mi
OWNER DONUT’S BEBONG
Jln. Bukit Indah Rt.003. Rw. 001. Pangkalan Balai. Kec. Banyuasin III Kab. Banyuasin Prov. Sum-sel. No Telp: 0812-7117-3457/0819-587-414-26
   


Donut’s Bebong: ”Donat Kulit Pisang”merupakan home industryyang bergerak di bidang kuliner dengan aneka kue khususnya donat sebagai produk utamanya.Donut’s Bebong terbuat dari tepung kulit pisang yang memiliki nilai gizi tinggi, sehat lagi enak. Dengan komposisi perbandingan 40% (tepung kulit pisang) :60% (tepung terigu). Adapunkonsep Donut’s Bebong yang akankami usung berbeda dari konsep produk aneka kue lainnya. Umumnya aneka kue terbuat dari tepung terigu, namun kini kami mengkombinasikan tepung tersebut dengan tepung kulit pisang yang memiliki kandungan vitamin C, vitamin B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup (Sulffahri,2008)  serta sumber pati yang cukup besar yaitu 18,5% (Deptan, 2008). Aneka kue yang akan kami pasarkan merupakan Donut’s dengan berbagai varian rasa, warna, bentuk/model serta toping yang menarik dengan dibumbuhkan tulisan seperti kata I love U, merek kami dan lain sebaginya.
Donut’s Bebong akan dipasarkan dengan menggunakan kemasan kotak dus dengan ornament lebel/merek gambar donat dan kulit pisang yang mampu mendeskripsikan bahwa produk kami merupakan produk yang terbuat dari kulit pisang. Kemasan box ini di dominan warna kuning tua mencolok dengan ukuran 12,5 cm x 15cm @isi 3 unit donut’s bebong.Kemasan ini dipilihagar memudahkan konsumen didalam mengkonsumsinya/membawa donut’s pulang di samping terlihat lebih elegan dan menarik. Kami juga akan menggunakan booth ataupun Outlet semacam gerobak Dengantagline kami:
“EXTRA NYOS, MAK NYUS”.Donut’s Bebong : ”Donat Kulit Pisang”HADIR SEBAGAI SOLUSI BAGI PARA PENGGEMAR KULINER MAKANAN SEHAT, UNIK, LAGI MENARIK.
Di dalam pemasarannya kami akan mengusung konsep nilai hidup sehat dan ramah lingkungan(Eco-Friendly) karena usaha kami merupakan usaha yang memanfaatkan limbah.Produk Donuts bebong diharapkan dapat menjadi icon nya produk khas oleh - olehKabupaten Banyuasin selayak nya brownies Amanda di Bandung.


BEYONCE

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info